Malas.. Mei 19, 2008
Posted by 4guwija in Curcur-Hat.9 comments
Malas,Malas,Malas….Bawaannya Malas mulu..knapa ya? Akhir-akhir ini saya sering merasa malas..padahal dalam hati pengen banget ngilangin rasa malas yang ada…Pernah suatu hari saya merasa malas seharian..sampai-sampai malas untuk berangkat bekerja(“amit-amit jangan diikutin ya”)..:)
Gimana ya biar ngga malas…apa yang mesti dilakukan..!!!!
Rasa malas adalah dalih yang paling berbahaya. Hal ini karena ia membunuh potensi Anda. Ketika rasa malas muncul, Anda akan tampil di bawah performance maksimal Anda, sehingga Anda menjadi kurang bernilai dan kurang bermanfaat di hadapan diri sendiri dan orang lain.
Karena itu, rasa malas harus diperangi. Malas membuat potensi seseorang menjadi terpendam atau muncul tapi terlambat. Malas membuat seseorang bagaikan lumpuh. Tak bertenaga dan tak berdaya untuk menghindarinya. Pikirannya menjadi irasional, jiwanya kosong dan perbuatannya menjadi tak bertanggung jawab.
Bagaimana cara mengatasinya? Banyak cara yang telah ditawarkan para pakar untuk mengatasinya, tapi cara yang paling efektif adalah: Just do it! (lakukan saja, tanpa menunda!).
Jadi untuk mengatasi rasa malas, kerjakan saja apa yang menurut Anda harus dilakukan. Jangan ditunda dan jangan mencari alasan! Apapun alasan untuk menunda pekerjaan itu, lupakanlah! Sebab sebagian besar alasan adalah alasan yang dicari-cari.
Karena itu, just do it! Lakukan sekarang juga! Karena jika Anda menundanya maka semakin malas dan takut Anda untuk melakukannya. Sebaliknya semakin tidak ditunda, semakin bersemangat dan termotivasi Anda untuk melakukannya.
Selain itu, Anda juga perlu mengetahui bahwa seringkali semangat melakukan suatu pekerjaan justru datang dan semakin besar bersamaan dengan saat Anda melakukan pekerjaan tersebut. Semangat bekerja seringkali muncul bukan sebelum melakukan pekerjaan, tapi pada saat Anda melakukan pekerjaan tersebut.
Inilah rahasia mengatasi rasa malas, Jika pikiran Anda mulai mencoba melakukan rasionalisasi untuk menundanya, katakan dengan keras dan tegas pada diri Anda sendiri: Just do it! No Reasonable! Lakukan sekarang juga! Jangan banyak alasan! Niscaya Anda akan mampu mengatasi rasa malas dan tidak menunda-nunda melakukan pekerjaan.
Mogah-mogah aja kita sekarang tidak menjadi malas lagi..Just do it!No Reasonable!
Referensi : http://eramuslim.com
Kisah Sepotong Kue Mei 17, 2008
Posted by 4guwija in Cerita.Tags: Add new tag
3 comments
Seorang wanita sedang menunggu di bandara suatu malam. Masih ada beberapa jam sebelum jadwal terbangnya tiba.Untuk membuang waktu,ia membeli buku dan sekantong kue di toko bandara, lalu menemukan tempat untuk duduk.
Sambil duduk wanita itu membaca buku yang baru saja dibelinya. Dalam keasyikannya , ia melihat lelaki disebelahnya dengan begitu berani mengambil satu atau dua dari kue yang berada diantara mereka.
Wanita tersebut mencoba mengabaikan agar tidak terjadi keributan. Ia membaca, mengunyah kue dan melihat jam. Sementara si Pencuri Kue yang pemberani menghabiskan persediaannya. Ia semakin kesal sementara menit-menit berlalu. Wanita itupun sempat berpikir: “Kalau aku bukan orang baik sudah kutonjok dia!“.
Setiap ia mengambil satu kue, Si lelaki juga mengambil satu. Ketika hanya satu kue tersisa, ia bertanya-tanya apa yang akan dilakukan lelaki itu.
Dengan senyum tawa di wajahnya dan tawa gugup, Si lelaki mengambil kue terakhir dan membaginya dua.
Si lelaki menawarkan separo miliknya sementara ia makan yang separonya lagi. Si wanita pun merebut kue itu dan berpikir : “Ya ampun orang ini berani sekali, dan ia juga kasar malah ia tidak kelihatan berterima kasih”.
Belum pernah rasanya ia begitu kesal. Ia menghela napas lega saat penerbangannya diumumkan. Ia mengumpulkan barang miliknya dan menuju pintu gerbang.
Menolak untuk menoleh pada si “Pencuri tak tahu terima kasih”.
Ia naik pesawat dan duduk di kursinya, lalu mencari bukunya, yang hampir selesai dibacanya. Saat ia merogoh tasnya, ia menahan nafas dengan kaget.
Disitu ada kantong kuenya, di depan matanya !!! Koq milikku ada disini erangnya dengan patah hati. Jadi kue tadi adalah milik lelaki itu dan ia mencoba berbagi. Terlambat untuk minta maaf, ia tersandar sedih. Bahwa sesungguhnya dialah yang kasar, tak tahu terima kasih.
Dan dialah pencuri kue itu ! Dalam hidup ini kisah pencuri kue seperti tadi sering terjadi. Kita sering berprasangka dan melihat orang lain dengan kacamata kita sendiri serta tak jarang kita berprasangka buruk terhadapnya.
Orang lainlah yang selalu salah
Orang lainlah yang patut disingkirkan
Orang lainlah yang tak tahu diri
Orang lainlah yang berdosa
Orang lainlah yang selalu bikin masalah
Orang lainlah yang pantas diberi pelajaran
Padahal
Kita sendiri yang mencuri kue tadi
Kita sendiri yang tidak tahu terima kasih.
Kita sering mempengaruhi, mengomentari , mencemooh pendapat, penilaian atau gagasan orang lain
Sementara sebetulnya kita tidak tahu betul permasalahannya.
Gw banget tuh..intropeksi diri Yu..:)
Luar Biasa!!! Pernahkan Anda Membayangkannya ??? Mei 14, 2008
Posted by 4guwija in Pengetahuan.5 comments
Pada waktu benda-benda angkasa ini di perbandingkan
Kita menjadi sadar betapa kecilnya Bumi dan kita para penghuninya
Jagat Raya yang Sangat Besar
Dalam Skala ini Bumi kita tidak keliatan lagi
Di sini Matahari hanya sebesar Debu
Antares adalah bintang ke 15 yang paling terang di angkasa.
Jaraknya lebih dari 1000 tahun cahaya dari bumi.
Lalu…
siapakah kita?
apakah tujuan hidup kita?
Apa yang membuat hidup kita, manusia, berharga?
Masihkah kita bisa menepuk dada & berkata “inilah aku!”…??
Susahnya Membuat Keputusan Mei 14, 2008
Posted by 4guwija in Curcur-Hat.1 comment so far
Akhir-akhir ini saya sangat sulit untuk memutuskan apakah keputusan yang saya ambil benar atau ngga ya….sampai-sampai saya ragu bila mau mengambil suatu keputusan…padahal keputusan itu sangatlah fital atau penting untuk masa yang akan dating..Sampai suatu ketika saya menemukan suatu cerita yang bias merubah saya untuk meberanikan diri untuk mengambil suatu keputusan…Pengen tau ceritanya..ini dia :
Diceritakan dalam buku dongeng bergambar kisah tentang kelelawar yang tidak bisa memutuskan, apakah mau bergabung dengan kelompok burung ataukah bergabung dengan kelompok binatang.
Awalnya dikisahkan bahwa kedua kelompok ini sedang berseteru, bersaing dan berkelahi. Karena tidak ingin kalah dan tanggung risiko, maka kelelawar memutuskan menunggu siapa yang menang. Nantinya, kepada kelompok yang menang itulah, kelelawar akan bergabung.
Awalnya burung menang, maka kelelawar pun bergabung dengan burung.
Tetapi tatkala burung akhirnya kalah, kelelawar pun berbalik arah bergabung dengan binatang. Namun, akhirnya karena tahu kelakuan kelalawar yang buruk, maka tidak ada satu kelompok pun yang menginginkan kelelawar.
Karena takut dan malu, kelelawar hidup menyendiri di gua yang gelap dan hanya berani keluar di waktu malam. Itulah nasib kelelawar yang tidak mau membuat keputusan yang pasti tentang nasib mereka.
Pembaca, cobalah kita renungkan soal pengambilan keputusan yang pernah Anda lakukan dalam hidup Anda. Ada satu hal yang pasti, bagaimana dan seperti apa kehidupan Anda sekarang, pasti tergantung dari keputusan yang telah Anda buat sebelumnya.
Namun, jangan hanya pikirkan keputusan yang sudah Anda buat, keputusan yang tidak Anda buat pun menjadikan diri Anda seperti sekarang. Dalam realita kehidupan, memutuskan suatu pilihan ataupun tidak mengambil pilihan, itupun suatu keputusan besar.
Cobalah lihat keputusan Anda. Misalnya keputusan di mana Anda bersekolah, di mana Anda bekerja, keputusan siapa yang akhirnya jadi pasangan Anda. Itulah keputusan-keputusan besar Anda. Maka nasib Anda hingga di awal 2008 pasti ditentukan oleh segala keputusan yang bersinergi membentuk kehidupan Anda saat ini.
Jadi, salah satu rumusan sukses yang kita ingin tegaskan dalam kesempatan ini adalah, buatlah keputusan!
Kadang kita tidak pernah tahu apakah keputusan kita benar atau salah, tetapi kita harus berani membuat keputusan.
Saya pun teringat dengan suatu puisi tentang seorang yang kebingungan di bahwa pohon apel yang rindang.
Ia bingung soal apel manakah yang harus ia petik duluan.
Semua tampak lezat.
Di akhir kisahnya, sangat tragis.
Orang itu tidak bisa memutuskan dan akhirnya ia mati kelaparan!
Tiga pelajaran
Kisah kelelawar maupun kisah orang yang mati kelaparan ini mengajarkan kepada kita tiga hal:
Pertama, your decision will shape your destiny. Keputusan Andalah yang menentukan nasib Anda sekarang. Sukses atau gagal, mari lihat kembali semua keputusan yang pernah Anda ambil.Jadi, pikirkanlah bahwa di tahun depan, ada banyak lagi keputusan yang harus Anda ambil, jika Anda menginginkan kehidupan yang lebih baik. Intinya, no decision, no change, no progress. Tanpa keputusan maka tak ada kemajuan berarti yang bakal terjadi. Camkan baik-baik!
Kedua, tidak ada keputusan tanpa risiko. Karena itu, keputusan harus tetap diambil. Tidak mengambil keputusan pun berisiko. Sama seperti yang dikatakan Warren Buffet dalam biografinya, mengutip dari buku yang pernah dibacanya. Ia pun berkata bahwa ia belajar dari keputusan-keputusan yang dibuatnya, termasuk belajar dari keputusan salah yang pernah dibuatnya.
Jika sudah demikian, dapat kita simpulkan bahwa keputusan itu tidak pernah salah. Yang ada hanyalah keputusan yang baik atau kurang baik. Semua keputusan pasti benar, dalam arti selalu mengandung hikmah pembelajaran di dalamnya.
Ketiga, jika sudah membuat keputusan berjuanglah sampai keputusan itu memberikan hasil.Kita baru tahu apakah keputusan itu baik atau tidak, setelah proses perjalanan waktu.
Para guru kebijaksanaan kita sebelumnya selalu mengajarkan pelajaran yang sederhana kepada kita. Ingat. Saat Ciputra memutuskan mengurusi proyek Senen ataupun menyulap pantai Ancol, banyak yang menganggapnya keputusan buruk. Namun, perjuangannya untuk menyukseskan keputusan itu membuahkan hasil yang spektakuler.
Karena itu, bagaimana nasib Anda pada tahun ini bisa diramalkan dari keputusan yang segera akan Anda buat ataupun yang tidak Anda buat! Keputusan di mana Anda akan berinvestasi, keputusan dengan siapa Anda akan bermitra. Keputusan siapa yang akan menjadi pendamping Anda. Keputusan strategi apa yang Anda akan jalankan. Itulah yang akan membentuk nasib Anda pada 2008.
Dan jangan lupa, keputusan yang tidak Anda buatpun akan membentuk nasib Anda. Hanya saja, ketika Anda tidak membuat keputusan berarti Anda harus bermain dengan aturan yang diciptakan dari keputusan orang
lain.
Akhirnya, mari kita renungkan apa yang diucapkan oleh psikolog terkenal Wiilaim James, “When you have to make a choice and you don’t make it, that itself is a choice.” (ketika Anda harus membuat keputusan, tetapi Anda tidak melakukannya. Itu sendiri sudah merupakan keputusan).
Tergantung Anda mau memutuskan untuk hidup Anda atau membiarkan orang lain yang memutuskan nasib Anda.
Apakah dengan membaca kisah diatas anda sudah berani mengambil suatu keputusan?






